Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali memfasilitasi organisasi ekonomi kreatif (ekraf) dan digital yang ada di Pulau Dewata untuk membentuk Bali Creative Board (BCB).
“BCB ini merupakan organisasi payung ekonomi kreatif dan digital Bali,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya saat rapat pembentukan BCB, Kamis (16/4).
Menurutnya, pembentukan BCB untuk memajukan ekraf dan digital di Bali. Mengingat di pusat telah terbentuk Kementerian Ekonomi Kreatif. “Jadi BCB ini untuk memajukan ekonomi kreatif dan digitals di Bali,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengatakan bahwa Dinas Pariwisata Bali bakal berubah nama menjadi Dinas Pariwisata dan Ekraf.
Saat ini, prosesnya menunggu keluarnya Pergub, dan diharapkan dinas ini bisa terwujud pada pertengahan tahun ini. “Jadi perlu dibentuk wadah ekraf dan digital yang sifatnya murni swasta,” tegasnya.
Sumarajaya juga mengungkapkan bahwa ekraf dengan pariwisata di Bali hubungannya sangat erat dan melekat.
“BCB merupakan wadah semua ekraf dan digital yang ada di Bali, sehingga perlu ada untuk menyampaikan informasi, termasuk juga pembinaan. Karena di pusat sudah ada Kementerian Ekraf,” jelasnya.
Inisiator Pembentukan BCB Made Artana mengatakan, pertemuan dengan organisasi ekraf dan digital se-Bali ini merupakan kali kedua.
“BCB ini merupakan wadah organisasi bottom up, mengingat potensi di Bali sangat besar sekali,” katanya.
Untuk itu, langkah yang paling penting para pelaku dikonsolidasi. Mengingat sub sektor mencapai 25, sedangkan organisasi yang baru didata sebanyak terdapat 33, sehingga perlu diwadahi.
“Ini akan menjadi wadah bersama untuk menguatkan ekosistem, konsolidasi, dan menjadi satu pintu jika pemerintah akan melakukan kegiatan,” jelas Rektor Universitas Primakara ini.
Selain itu, lanjut dia, juga akan terbentuk saling kolaborasi antara sub sektor. “Misalnya temen-temen musik bisa kolaborasi dengan animasi, games, serta lainnya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Artis, Musisi, Pencipta Lagu, dan Insan Seni (Pramusti) Bali, I Gusti Ngurah Murthana (Ajik Rahman) menyampaikan dukungan terhadap rencana pembentukan BCB ini.
“Ini akan menjadi wadah strategis nantinya, dan kami memang perlu sebuah wadah pemersatu, serta menjadi perwakilan kami di industri kreatif dan digital bersuara di pemerintah,” katanya.
Lanjutnya, adanya berbagai kegiatan baik swasta maupun pemerintah di Bali, maka sudah selayaknya melibatkan komponen lokal.
“Jadi adanya wadah ini, maka menjadi akan fokus menyuarakan tentang lokal wisdom ke pusat,” pungkasnya



