Keindahan destinasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan pariwisata. Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memberikan pelayanan kepada wisatawan, termasuk kemampuan dalam memastikan keselamatan dan memberikan respons terhadap kondisi darurat, menjadi bagian penting dalam membangun pariwisata yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, saat membuka Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari Tahun 2026, Senin (31/8), di Jimbaran Bay Beach Resort & Spa, Kabupaten Badung.
“Keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan kepada wisatawan,” ujarnya.
Menurutnya, Bali memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar. Potensi tersebut perlu diimbangi dengan perhatian serius terhadap aspek keselamatan wisatawan. Pelayanan pariwisata yang baik, lanjutnya, tidak hanya dituntut mampu memberikan pengalaman yang menarik, tetapi juga harus mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan SDM pariwisata dalam menghadapi berbagai potensi risiko di destinasi wisata bahari. Peserta mendapatkan peningkatan kapasitas untuk mengenali dan mengantisipasi risiko, memahami kondisi cuaca, menerapkan aspek keselamatan, kesehatan dan keamanan, memberikan pertolongan pertama, hingga melakukan penyelamatan dan evakuasi ketika terjadi keadaan darurat.
Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari Tahun 2026 ini diikuti 30 peserta dari berbagai unsur pelaku pariwisata dan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026, dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang keselamatan dan kondisi alam, yaitu Agita Vivi Wijayanti dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta, serta I Made Suparka dan I Made Kristi dari Balawista Indonesia.



